Mengapa Tanggal 1 Oktober Diperingati Sebagai Hari Kesaktian Pancasila

Mengapa Tanggal 1 Oktober Diperingati Sebagai Hari Kesaktian Pancasila – Peringatan hari besar Pancasila dimulai dengan Surat Keputusan Menteri atau Panglima Angkatan Darat Jenderal Suharto pada tanggal 17 September 1966.

Mengutip sorosutankel.jogjakota.go.id tanggal 24 September 1966, sebagaimana tercatat dalam Dokumen Pilihan tentang G30S PKI (1997), Menteri/Panglima Polri menyarankan agar perayaan Hari Pancasila juga dilakukan oleh seluruh jajaran TNI. .

Mengapa Tanggal 1 Oktober Diperingati Sebagai Hari Kesaktian Pancasila

Suharto yang juga menjabat sebagai Ketua Menteri Pertahanan dan Keamanan kemudian mengeluarkan dekrit pada tanggal 29 September 1966 yang menetapkan bahwa Hari Pancasila dirayakan oleh seluruh jajaran angkatan bersenjata dengan melibatkan massa.

Hari Kesaktian Pancasila 1 Oktober 2019

(2009) menulis bahwa orang sebenarnya bertanya apakah peristiwa 30 September 1965 relevan dengan kekuatan gaib Pancasila? Gerakan 30 September, kata Aswi, merupakan upaya merebut kekuasaan dan tidak ada kaitannya dengan keagungan Pancasila.

Sesuai aturan tertulis, sebenarnya presiden, wakil presiden, pimpinan lembaga tinggi negara, dan menteri tidak wajib menghadiri perayaan hari raya Panchasila. Namun di era Orde Baru, acara ini seolah menjadi upacara wajib. Dan itu terjadi sampai sekarang.

Pada masa Orde Baru, ada semacam ritual pengibaran bendera untuk memperingati peristiwa G30S PKI dan Hari Kesaktian Pancasila. Pada 30 September, pengibaran bendera setengah tiang. Keesokan harinya, pada tanggal 1 Oktober, bendera dikibarkan sepenuhnya.

Prosesi pengibaran bendera selama dua hari tersebut dapat diartikan sebagai berikut: Pengibaran bendera pada tanggal 30 September dimaksudkan sebagai tanda berkabung nasional setelah terbunuhnya beberapa perwira TNI.

Pemerintah Kota Padang Sidempuan Selenggarakan Upacara Hati Kesaktian Pancasila

Di Jakarta, para jenderal itu adalah Ahmad Jani, Soeprapto, M.T. Hariono, Siswondo Parman, D.I. Panjaitan, Sutoyo Sisvodiharjo dan Pierre Tendean yang merupakan asisten Jenderal A.H. Puas. Sementara di Yogyakarta, dua perwira militer juga menjadi korban, Katamso dan Soegijono.

Keesokan harinya, bendera tersebut dikibarkan secara utuh sebagai lambang kemenangan berkat “kekuatan Pancasila” yang berhasil menangkal ancaman ideologi komunis. Ritual ini seolah dipaksakan untuk dilakukan oleh seluruh elemen bangsa setiap tanggal 30 September dan 1 Oktober. Namun, setelah Suharto menyerah dan Orde Baru jatuh pada masa Reformasi 1998, prosesi ini jarang terulang meski tidak hilang sama sekali.

Namun, tulis Aswi, isu yang lebih penting dan patut mendapat perhatian adalah: kematian lebih dari 500.000 orang Indonesia setelahnya. Pada tahun 1965-1966, seperti tahun-tahun berikutnya, terjadi pembantaian terhadap orang-orang yang diyakini sebagai PKI atau antek-anteknya, bahkan mereka yang dituduh berafiliasi dengan komunis, bahkan tanpa bukti yang kuat dan tanpa pengadilan. Jumlah total korban pembantaian masih menjadi misteri hingga hari ini.

Robert Cribb, Angkatan Bersenjata Republik Indonesia memperkirakan jumlah orang yang tewas sekitar satu juta orang. Sementara menurut kaum komunis yang selamat dari pembantaian dan mengalami trauma, Teodor Prijatelj menulis dalam Indonesian Fates (2003), perkiraan awal jumlah korban pembantaian orang-orang yang dituduh PKI dan komunis mencapai dua juta orang. .

Twibbonize Hari Kesaktian Pancasila 2021

Beberapa sejarawan setuju bahwa setidaknya setengah juta orang terbunuh. Penulis M.C. Ricklefs dalam A History of Modern Indonesia dari sekitar tahun 1300 (1991), jumlah ini dikatakan lebih banyak daripada peristiwa lain dalam sejarah Indonesia.

Pasca runtuhnya Orde Baru, penyelidikan mulai mengungkap tragedi pembantaian 1965-1966, meski terus menemui kendala. Pada 23 Juli 2012, Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) menyatakan bahwa pembantaian orang-orang yang dituduh komunis adalah pelanggaran berat hak asasi manusia.

Pengumuman Komnas HAM tentang “Hasil Penyelidikan Pelanggaran Berat Hak Asasi Manusia Tahun 1965-1966” mengungkapkan bahwa 9 pelanggaran meliputi: pembunuhan, pemusnahan, perbudakan, pengusiran paksa/relokasi penduduk, penolakan perampasan kemerdekaan secara sewenang-wenang atau kebebasan fisik lainnya, penyiksaan, pemerkosaan dan kejahatan seksual lainnya, penganiayaan dan penghilangan paksa *** Oleh karena itu, berikut ulasan terkait Hari Suci Pancasila yang dirangkum dari berbagai sumber.

Seperti diketahui, pada 30 September 1965 terjadi peristiwa Gerakan 30 September (G30S). Peristiwa itu masih terus dibahas siapa dalangnya dan apa alasannya.

Kenapa 1 Oktober Diperingati Sebagai Hari Kesaktian Pancasila? Ternyata Karena Peristiwa Ini

Tetapi militer dan kelompok agama terbesar pada saat itu menyebarkan berita tersebut. Jika kejadian tersebut merupakan upaya PKI untuk mengubah esensi Pancasila menjadi ideologi komunis.

Pada hari itu, enam jenderal dan satu kapten juga dibunuh oleh beberapa orang yang dianggap pemerintah berusaha untuk mengambil alih kekuasaan.

Gerakan akibat G30S sendiri akhirnya berhasil diakhiri oleh militer Indonesia. Kemudian pemerintah orde baru menetapkan 30 September sebagai Hari Peringatan Gerakan 30 September (G30S). Dan 1 Oktober diperingati sebagai Hari Santo Panchasila.

Alasan perayaan 1 Oktober dari tempat suci Pancasila adalah sejarah 30 September 1965. Saat itu terjadi pemberontakan dan upaya perebutan kekuasaan yang dipimpin oleh PKI.

Ini Perbedaan Hari Lahir Pancasila Dan Hari Kesaktian Pancasila

Mengubah ideologi bangsa Indonesia dari Pancasila menjadi ideologi komunis. Namun, karena perlawanan PKI tidak berhasil, Pancasila dianggap kuat dan sakral.

Selain itu, hari dimana Pancasila memiliki kekuatan gaib yang tidak dapat digantikan oleh pemahaman apapun. Jadi PKI tidak bisa mencelakai atau bahkan mengubah Pancasila saat itu. Karena kesaktian Pancasila, setiap tanggal 1 Oktober diperingati sebagai Hari Energi Pancasila.

Hari Pancasila awalnya diselenggarakan oleh Jenderal Suharto untuk menegakkan kelanjutan pemerintahan Presiden Sukarno. Dan Pancasila sendiri lahir pada tanggal 1 Juni 1945 oleh Presiden Soekarno yang merupakan penggagasnya.

Makna kesaktian Pancasila juga merupakan hari dimana seluruh anggota dan perwira TNI atau TNI berkabung. Pasalnya, saat itu banyak perwira TNI yang meninggal dan menghilang secara tiba-tiba.

Pa Kuala Kapuas Mengucapkan Selamat Hari Kesaktian Pancasila

Karena sudah menjadi kewajiban setiap warga negara Indonesia untuk menghormati semua pahlawan yang gugur dalam menjalankan tugas melindungi Pancasila.

Pancasila memegang peranan yang sangat penting sebagai dasar utama negara Indonesia. Menyelenggarakan penyelenggaraan ketatanegaraan yang meliputi politik, ekonomi, sosial budaya dan keamanan.

Film ini biasanya diputar dan ditayangkan di media televisi nasional. Hal ini dimaksudkan untuk menandai peristiwa G30S/PKI. Bahkan sampai sekarang, upacara bendera selalu diadakan di Tugu Pancasila Sakti yang terletak di tempat Lubang Buaya.

54 siswa SMA/sederajat se-Kabupaten Pidie Jaia ikut sosialisasi peningkatan kualitas demokrasi, KPI Pidie Jaia tetap menjalin silaturahmi dengan pemilih pemula. Setiap tanggal 1 Oktober diperingati sebagai Hari Pancasila. Hari bersejarah ini menjadi momentum bagi bangsa Indonesia untuk mengingat jalannya peristiwa pembelaan ideologi negara. Hari Pancasila memiliki arti yang sangat penting bagi seluruh rakyat Indonesia. Arti penting Hari Pancasila tercermin dalam peristiwa di mana seluruh anggota dan perwira Tentara Nasional Indonesia atau TNI menangis. Pasalnya, saat itu para perwira TNI secara mengejutkan tewas dan menghilang dalam gerakan 30 September yang dilakukan Partai Komunis Indonesia (PKI).

Hari Pancasila Diperingati Pada Tanggal

Keajaiban Pancasila juga memiliki makna sebagai upaya penguatan peran Pancasila sebagai dasar negara dan juga sebagai ideologi bangsa Indonesia. Pancasila memegang peranan yang sangat penting sebagai dasar utama negara Indonesia. Salah satunya sebagai pedoman dalam penyelenggaraan ketatanegaraan yang meliputi bidang politik, ekonomi, kemasyarakatan, kebudayaan, pertahanan dan keamanan.

Jika kita mengingat peristiwa G30SPKI dan peringatan kejayaan Panchasil 1 Oktober 1965, ada aspek lain yang tidak bisa kita abaikan begitu saja. Pembantaian yang terjadi pada tahun 1965. Peristiwa kelam dan menegangkan ini bukan hanya tentang tujuh jenderal yang dikenal sebagai pahlawan revolusi. Namun, pada saat itu juga disertai dengan pembantaian dan pembunuhan oleh militer terhadap orang-orang yang dianggap bagian atau terkait dengan PKI. Banyak warga sipil tewas dalam periode 1965-1966. Orang-orang yang menjadi bagian dari PKI dibunuh secara brutal, tanpa pengadilan.

Pembunuhan itu terjadi di Jawa dan Bali dan merenggut nyawa antara lima ratus ribu hingga satu juta orang. Tidak hanya itu, orang-orang yang dicurigai sebagai bagian dari PKI juga dimasukkan ke dalam kamp untuk diinterogasi dan disiksa tanpa perlawanan. Oleh karena itu, Hari Kesucian Pancasila diperingati untuk mengingat bahwa Indonesia pernah memiliki sejarah yang sangat kelam terkait kemanusiaan yang bertentangan dengan nilai-nilai Pancasila, terutama sila ke-3, Kemanusiaan yang adil dan beradab.

Secara hukum, Hari Pancasila diatur dengan Keputusan Menteri/Panglima Angkatan Darat tanggal 17 September 1966 (Kep 977/9/1966). Dimana dalam surat tersebut, peringatan 1 Oktober sebagai Hari Suci Pancasila harus dilaksanakan oleh TNI Angkatan Darat. Selain itu, ada usulan menteri/polisi tentang peringatan hari suci Pancasila yang berujung pada dikeluarkannya SK Menteri Pertahanan dan Keamanan Umum Suharto (Kep/B/134/1966).

Mengenang 1 Oktober

Dalam surat tertanggal 29 September 1966 diperintahkan agar perayaan 1 Oktober sebagai hari suci Pancasila dilakukan oleh seluruh jajaran (pangkat) angkatan bersenjata dengan peran serta masyarakat. Berbekal surat tersebut, maka upacara peringatan 1 Oktober terhadap Pura Panchasil dilaksanakan oleh seluruh komponen masyarakat tanpa terkecuali pada masa orde baru yang melanjutkan peringatan Pura Panchasil hingga saat ini.

Kita dapat mengambil pelajaran dari peristiwa yang terjadi bahwa perayaan Hari Pancasila merupakan kebangkitan bagi kita semua untuk meningkatkan rasa nasionalisme dan patriotisme yang cenderung hilang. Kesaktian Pancasila memiliki esensi penting bagi seluruh warga negara Indonesia sebagai momentum untuk menunjukkan kepada dunia bahwa Indonesia tumbuh dan berkembang sebagai bangsa yang multikultural dan memiliki keragaman dalam keberagaman. Sekaligus dimaknai sebagai cara untuk meningkatkan rasa cinta dan patriotisme serta nasionalisme dalam menjaga persatuan dan kesatuan bangsa.

Dengan Pancasila, arah dan arah kita dalam berbangsa dan bernegara tetap berpedoman. Tanpa nilai Pancasila, bangsa ini akan mengalami disorientasi, kehilangan arah, tidak tahu harus kemana. Selain itu, Pancasila juga menjadi pedoman bagi bangsa Indonesia, nilai-nilai yang terkandung dalam peraturan-peraturannya menjadi dasar penguatan karakter bangsa. Melalui karakter dan jati diri bangsa ini, kita semua yakin dan optimis akan mampu bersaing di antara bangsa-bangsa di dunia. Dalam kehidupan berbangsa dan bernegara, penguatan karakter dan pengembangan kecerdasan warga negara berdasarkan Pancasila merupakan kunci kemajuan bangsa. Oleh karena itu, upaya-upaya harus selalu dilakukan untuk memperkuat pemahaman, penghayatan, dan pengamalan Pancasila dalam dunia pendidikan.

Pancasila harus tetap eksis sebagai ideologi bangsa. Tidak hanya dengan ingatan, kita juga diminta untuk mengamalkan sila-sila yang terdapat dalam Pancasila di Indonesia

Link Twibon Hari Kesaktian Pancasila 1 Oktober 2022

Tanggal kesaktian pancasila, hari kesaktian pancasila 1 oktober, mengapa tanggal 1 oktober diperingati hari kesaktian pancasila, hari lahirnya pancasila diperingati setiap tanggal, tanggal hari kesaktian pancasila, hari pancasila diperingati setiap tanggal, mengapa tanggal 1 oktober diperingati sebagai hari kesaktian pancasila, hari kesaktian pancasila pada tanggal, hari kelahiran pancasila diperingati setiap tanggal, hari kesaktian pancasila tanggal berapa, 1 oktober diperingati sebagai hari, tanggal 20 mei diperingati sebagai hari